
MANADO – Produk Lemak dan Minyak Hewan/Nabati atau dikenal dengan istilah HS 15, masih menjadi komoditas unggulan ekspor asal Sulawesi Utara (Sulut) di tahun 2026 ini. Bahkan sepanjang tahun ini, produk tersebut sangat mendominasi total ekspor sejak periode hingga Agustus 2026 ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dr. Watekhi S.Si., M.S.E, menjelasikan jika nilai ekspor Provinsi Sulut pada Agustus 2026, tercatat sebesar USD 110,69 juta, naik dibandingkan bulan Juli 2026 yang senilai USD 96,51 juta.
“Angka ini juga naik 44,93 persen dibanding Agustus 2025. Sementara jika dilihat secara periode, pada periode Januari-Agustus 2026 itu naik 7,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, yaitu dari USD 790,68 juta menjadi USD 848,70 juta.
Lebih lanjut, Watekhi merinci, jika kontributor komoditas ekspor tertinggi pada Januari-Agustus 2026 masih diduduki oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yaitu sebesar USD 613,76 juta atau naik 9,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Menurutnya, dari sepuluh besar komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari-Agustus 2026, sebagian besar komoditas mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding Januari-Agustus 2025.
“Adapun komoditas yang alami peningkatan tertinggi itu adalah komoditas tembakau dan rokok atau dikenal HS 24, sebesar 187,99 persen,” ujarnya kembali.
Sementara itu, komoditas asal Sulut ini paling banyak diekspor ke Amerika Serikat pada tahun 2026 ini. Nilainya sebesar USD 186,57 juta atau naik 308,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
“Komoditas utama yang diekspor ke Amerika Serikat pada periode ini adalah lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) serta ikan, krustasea, dan moluska
(HS 03),” kata Watekhi lagi.
