PMII Rayon Al-Jazari membagikan masker gratis dan brosur edukasi tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Kota Manado, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

MANADO — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al-Jazari menggelar aksi sosial dengan membagikan 300 masker gratis dan 300 brosur edukasi tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Kota Manado, Jumat (16/10).

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Tugu R.W. Monginsidi dan Jalan Piere Tendean, Kecamatan Sario. Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota PMII Rayon Al-Jazari sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan.

Selain membagikan masker, para kader PMII juga memberikan edukasi mengenai risiko karhutla, wilayah rawan kebakaran, serta langkah-langkah perlindungan diri ketika masyarakat terdampak asap.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap kondisi kualitas udara di Kota Manado. Melalui aksi tersebut, PMII Rayon Al-Jazari berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak paparan asap sekaligus pentingnya menjaga lingkungan.

Pemilihan kawasan Tugu R.W. Monginsidi dan Jalan Piere Tendean didasarkan pada tingginya aktivitas masyarakat dan arus kendaraan di wilayah tersebut. Lokasi ini dinilai strategis untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Koordinator Lapangan, Yusril Anca, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bagi kami, aksi ini merupakan wujud tanggung jawab mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga kesehatan sesama, dan merawat alam sebagai amanah yang harus dijaga bersama. Sebab, pengabdian bukan hanya tentang menyuarakan persoalan, tetapi juga menghadirkan tindakan nyata,” ujar Yusril.

Ia menambahkan, mahasiswa harus tetap mengambil peran dalam menyuarakan persoalan lingkungan dan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga alam.

“Di tengah hutan yang terbakar dan bumi yang terluka, PMII harus tetap menyala sebagai suara perlawanan dan harapan bagi alam yang kehilangan bendera. Salam Pergerakan!” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Al-Jazari berharap masyarakat semakin memahami risiko paparan asap karhutla dan pentingnya melakukan langkah perlindungan diri. Aksi tersebut juga menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kota Manado.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *