
MANADO – Komitmen Alfamidi untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang bersih dan sehat terus dibuktikanya secara nyata. Kali ini Alfamidi menggandeng Kelompok Muda Pecinta Alam Tindakan Antusias Alam atau KMPA TANSA untuk menggelar bersih-bersih kawasan Mangrove dari sampah plastik.
Kegiatan yang digelar di pesisir Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di Pantai Batu Hitam, Kecamatan Bunaken pada Kamis (15/10/2026) ini, juga sangat spesial, mengingat tanaman Mangrove di wilayah ini ditanam oleh pihak Alfamidi pada saat momentum Ulang Tahun perusahaan ke-17 pada tahun 2024 lalu.
Branch Manager Alfamidi Manado, Markus Nurdianto, mengatakan jika pihaknya sangat bangga bisa berkontribusi langsung bagi lingkungan bersama komunitas pecinta alam, salah satunya dengan menanam dan merawat mangrove yang jadi pelindung daerah pesisir di Manado.
Dijelaskan Markus, kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan ini, juga menjadi investasi jangka panjang untuk lingkungan.
“Tentunya ini sejalan dengan perusahaan yang memang berkomitmen untuk terus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutur Markus kembali.
Ketua KMPA Tansa, Meikel Pontolondo, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, aksi ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman sampah plastik yang mengganggu pertumbuhan pohon pelindung itu, merupakan bentuk nyata dari melindungi lingkungan yang nantinya dampaknya akan kembali ke manusianya.
“Bentuk komitmen nyata dari Alfamidi terkait kepedulian mereka terhadap lingkungan patut diapresiasi. Apalagi ini merupakan kegiatan kesekian yang memang bertujuan untuk melindungi kawasan pesisir kita,” kata Meikel.
Meikel menjelaskan, dalam kegiatan yang ikut melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado ini, proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan tangan serta bantuan alat seperti gunting untuk memotong sampah plastik yang tersangkut di dahan dan dahan mangrove.
Diakuinya, sampah-sampah yang ditemukan kebanyak adalah sampah plastik yang terbawa oleh ombak laut hingga ke pesisir mangrove.
“Sebagian besar sampah yang kami temukan adalah plastik. Sampah-sampah ini kemudian dikumpulkan dalam kantong khusus untuk selanjutnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam aksi ini, terkumpul sekitar 25 kilogram sampah plastik,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di pesisir Manado karena fungsinya yang krusial sebagai benteng alami dari abrasi pantai serta habitat biota laut.
“Dalam jangka panjang, ekosistem yang sehat juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir,” kata pria yang juga aktif di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini kembali.
