Antrean kendaraan yang mengisi solar di salah satu SPBU di Kota Manado, Sulawesi Utara.

MANADO – Antrean pengisian Solar di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sudah sangat mengganggu. Selain mengakibatkan kemacetan lalu lintas, risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas juga sangat tinggi karena antrean telah memakan badan jalan yang sangat luas.

Warga termasuk para pemilik usaha juga merasa terganggu dengan antrean panjang tersebut, karena banyak yang telah menutup akses jalan ke rumah maupun tempat usaha mereka. Hal ini dinilai sudah sangat mengganggu dan meresahkan banyak pihak.

Semuel, warga Kecamatan Mapanget, Kota Manado, mengaku jika dia sangat terganggu dengan antrean solar tersebut. Menurutnya, di wilayahnya, dia harus melewati tiga SPBU dengan antrean solar yang sangat mengganggu arus lalu lintas.

“Saya tidak mengerti kenapa tidak ada upaya yang dilakukan pertamina, pemerintah atau polisi untuk menghentikan antrean solar yang terjadi. Saya sudah sangat terganggu karena harus alami kemacetan karena antrean ini. Apalagi, mereka (antrean) sangat memakan badan jalan dan tidak teratur,” ujar Semuel.

Senada diungkapkan Maria, salah satu pemilik usaha yang berada tak jauh dari lokasi SPBU. Menurutnya, setiap hari usahanya tertutup antrean kendaraan yang antre solar. Dia mengaku hal itu sangat merugikan usahanya yang berujung pada berkurangnya pengunjung di toko miliknya.

“Bagaimana pelanggan mau datang, semua tempat sudah dipakai jadi tempat parkir kendaraan yang antrean solar. Kita pe usaha so tatutup dengan ini yang baantre,” kata Maria kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *