
JAKARTA – Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang selama ini selalu masuk di peringkat 10 besar sebagai Kota Toleransi Tertinggi di Indonesia dalam Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) milik SETARA Institute, tak lagi ada di daftar tersebut.
Pada laporan IKT 2025 yang diumumkan oleh SETARA Institute, Rabu (22/4) di Jakarta, selain Manado yang terlempar dari 10 besar kota toleran di Indonesia, tak ada juga satu pun kota di Sulut yang masuk ke 10 besar itu.
Adapun 10 besar Kota Toleran adalah:
1. Salatiga
2. Singkawang
3. Semarang
4. Pematang Siantar
5. Bekasi
6. Sukabumi
7. Magelang
8. Kediri
9. Tegal
10. Ambon
Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, sebagaimana dikutip dari ANTARA, mengatakan jika hasil studi kali ini menandai dinamika penting dalam peta toleransi nasional.
Seperti Tegal misalnya, Halili menjelaskan jika Tegal mencatatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan, yakni melompat dari peringkat 39 pada IKT 2024 menjadi peringkat 9 pada tahun ini.
“Kemajuan Kota Tegal tersebut salah satunya ditopang oleh fondasi regulasi berupa Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama,” kata Halili.
Sementara itu, selain kota dengan IKT terbaik, Halili juga mengatakan ada beberapa kota yang masih berada di posisi bawah dengan adanya urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.
“Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi,” kata Halili kembali.
