Sejumlah mahasiswa terlihat membersihkan material plafon yang ambruk di ruang ujian Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unima. Puing plafon dan rangka berserakan di lantai, sementara meja dan kursi tampak bergeser akibat insiden tersebut.

MANADO – Musibah terjadi di tengah pelaksanaan ujian komprehensif di Universitas Negeri Manado (Unima). Plafon salah satu ruangan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ambruk dan menimpa sejumlah dosen serta mahasiswa pada Kamis (10/9).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WITA, saat proses ujian komprehensif sedang berlangsung di ruangan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Salah satu korban adalah Ketua Muslimat PCNU Kota Manado sekaligus Ketua MMS Kota Manado, Profesor (C) Dr Delli Sabudu, S.Pd., M.A., yang juga merupakan pimpinan UPA Bahasa Universitas Negeri Manado.

Kondisi ruang ujian Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Manado (Unima) setelah plafon ambruk pada Kamis (10/9/2026). Material plafon terlihat berserakan di lantai dan sejumlah bagian rangka plafon terbuka.

Selain Delli Sabudu, Profesor Doktor Noldy Pelengkahu juga dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut. Beberapa mahasiswa yang berada di dalam ruangan juga disebut ikut terdampak, namun identitas dan jumlahnya belum terkonfirmasi.

Informasi mengenai kejadian tersebut diperoleh dari salah satu dosen dan mahasiswa Unima.

Sebelum insiden terjadi, Delli Sabudu diketahui sedang melaksanakan kegiatan bersama sejumlah mitra kerja Unima, salah satunya Balai Guru Provinsi Sulawesi Utara.

Di tengah kegiatan tersebut, Delli kemudian meminta izin untuk melaksanakan ujian komprehensif di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Saat proses pengujian berlangsung, plafon ruangan tiba-tiba runtuh dan mengenai bagian kepala dirinya serta rekan dosen.

“Musibah tidak ada di kalender. Di balik kesuksesan kegiatan hari ini, ada tersisip musibah. Saat sedang menguji di ruangan ujian Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, saya dan rekan dosen tertimpa plafon pas di atas kepala,” ujar Delli.

Pasca kejadian, tim Poliklinik Unima bergerak cepat menuju lokasi untuk memberikan penanganan kepada para korban. Tim tersebut dipimpin Kepala Poliklinik Unima, dr Tirsa Undap.

Para korban kemudian diperiksa dan diberikan obat. Delli menyebut kondisinya mulai membaik setelah mendapatkan penanganan.

“Gerak cepat tim Poliklinik Unima di bawah pimpinan Kepala Poliklinik, Dokter Tirsa Undap, langsung meluncur ke UPA Bahasa, memeriksa dan memberikan obat. Syukur sudah membaik,” katanya.

Kejadian ambruknya plafon di lingkungan Unima disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari dosen dan mahasiswa, insiden serupa disebut telah beberapa kali terjadi di sejumlah fakultas lainnya.

Hal ini pun menimbulkan perhatian terhadap kondisi fasilitas dan infrastruktur gedung kampus yang digunakan untuk menunjang aktivitas akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *