Ilustrasi mal di Kota manado, Sulawesi Utara.

MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyebut jika ekonomi Sulut kumulatif selama tahun 2025 terhadap tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,66 persen (c-to-c).

Dari data yang dirilis BPS Sulawesi Utara, sektor pertanian menjadi yang teratas pada struktur PDRB jika dilihan menurut lapangan usaha dengan angka 20,78 persen, disusul perdagangan sebesar 13,55 persen, transportasi 11,80 persen dan industri pengolahan sebesar 10,16 persen.

Sementara, jika dilihat dari sisi pertumbuhan, sektor industri pengolahan menjadi yang tertinggi alami pertumbuhan yakni sebesar 9,97 persen disusul transportasi 9,58 persen.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi makan minum juga menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2025 sebesar 8,62 persen, meski dalam struktur PDRB masih di angka 1,70 persen.

“Sementara sumber pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha, Pertanian Kehutanan dan Perikanan merupakan sumber pertumbuhan PDRB tertinggi pada tahun 2025, yakni sebesar 1,14 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Sulut, Agus Sudibyo di Manado.

Sementara jika dilihat dari sisi pengeluaran, Agus mengatakan jika komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 28,42 persen.

Lebih lanjut, jika dilihat secara year on year (y-on-y), atau Triwulan IV-2025 dibandingkan Triwulan IV-2024, Agus mengatakan Ekonomi Sulut tumbuh sebesar 5,95 persen.

Dijelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 20,67 persen, sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 16,80 persen.

“Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya atau q-to-q tumbuh sebesar 7,02 persen, dengan dilihat dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,61 persen, Sementara di sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,75 persen,” ujar Agus kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *