MANADOBACIRITA.COM – Taman Budaya Sulawesi Utara (Sulut), diisukan akan diubah menjadi SPBU. Seniman dan Budayawan di Sulut langsung berikan reaksi keras untuk menolak hal tersebut.
Sebagai bentuk penolakan itu, para seniman dan budayawan di Sulut, menggelar atraksi seni yang digelar Kamis 16 Oktober 2025. Beragam atraksi seni mulai dari pembacaan puisi hingga aksi teatrikal dilakukan sebagai bentuk protes ke pemerintah.
Tak sampai situ, mereka juga melanjutkannya dengan langsung menemui Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Victor Mailangkay, untuk menyampaikan ketegasan mereka menolak upaya alih fungsi yang coba dilakukan oleh pemerintah terhadap Taman Budaya.
Perwakilan budayawan, Pitres Sombowadile, mengatakan jika pemerintah harusnya lebih memperhatikan keberlangsungan budaya, bukan justru ingin merusaknya. Apalagi, Taman Budaya kini menjadi satu-satunya tempat para seniman dan budayawan usai gedung kesenian Pingkan Matindas juga telah dialihfungsikan terlebih dahulu.
“Tuntutan kami jelas, kembalikan fungsi fasilitas seni dan budaya itu. Lalu hidupkan kembali semangat kebudayaan dan kesenian itu,” ujar Pitres.

Menurut Pitres, pemerintah harusnya fokus untuk menggairahkan kemajuan seni dan budaya di Sulut, dan bukan mematikannya dengan mengubah tempat pengembangan seni dan budaya menjadi lokasi SPBU.
Apalagi menurut Pitres, seharusnya pemerintah malu karena mereka yang wajib menjadi pelindung budaya, justru membuat taman budaya sebagai tempat pengembangan budaya justru terbengkalai dan kini malah ingin dibuat menjadi SPBU.
“Itu sarana untuk membakar tubuh jiwa dan roh bukan mesin empat tak,” ungkapnya.
Sementara itu, Wagub Sulut, Victor Mailangkay, berjanji akan membuka ruang diskusi sebagai bentuk respons terhadap aspirasi tersebut. Dia menyebut akan membawa tuntutan itu langsung ke Gubernur Sulut.
Victor berdalih, gubernur adalah seorang seniman, sehingga aspirasi para seniman dan budayawan ini akan lebih baik didiskusikan untuk mencari jalan ke luar terbaik.
“saya yakin akan banyak hal positif yang bisa disepakati untuk kemajuan seni dan budaya di Sulut,” kata Victor kembali.
