Pintu masuk Kota Kotamobagu di Sulawesi Utara.

MANADOKota Kotamobagu menjadi wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) yang mencatat angka inflasi tertinggi di bulan Maret 2026 dilihat secara month to month (m-to-m).

Inflasi di Kota Kotamobagu mencapai 0,72 persen, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang alami inflasi sebesar 0,41 persen dan Kota Manado sebesar 0,32 persen.

Cabai rawit menjadi komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi di Kota Kotamobagu dengan andil sebesar 0,37 persen. Begitu juga di Kabupaten Minsel yang memberi andil inflasi sebesar 0,29 persen. Adapun Kota Manado, pendorong inflasi justru dari sektor angkutan udara.

Adapun Kabupaten Minahasa Utara (Minut) justru terjadi deflasi sebesar 0,35 persen. Cabai rawit juga menjadi komoditas dengan andil mendorong inflasi terbesar yakni 0,31 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Agus Sudibyo, menjelaskan, jika komododitas penahan inflasi di empat wilayah cakupan IHK (Indeks Harga Konsumen) adalah tomat. Tapi khusus di Kabupaten Minut, tomat terdeflasi cukup dalam hingga 0,75 persen.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan jika secara keseluruhan, Provinsi Sulut alami inflasi (m-to-m) sebesar 0,25 persen. Adapun inflasi tahun kalender mencapai 1,95 persen.

Dijelaskan, jika dilihat dari kelompok pengeluaran, andil inflasi tertinggi terjadi di kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil hingga 0,13 persen. Di kelompok ini sendiri terjadi inflasi 0,38 persen.

Adapun kelompok lain yang ikut memberikan andil inflasi, yakni kelompok transportasi dengan andil 0,08 persen, kelompok kesehatan dengan andil 0,02 persen. Dua kelompok ini juga tercatat sebagai kelompok dengan angka inflasi tertinggi di bulan Maret yakni sebesar 0,65 dan 0,64 persen.

“Adapun inflasi tahun ke tahun (y-on-y), atau Maret 2026 dibandingkan Maret 2025, terjadi inflasi sebesar 2,20 persen, dengan komoditas dominan pendorong inflasi adalah tarif listrik sebesar 0,83 persen dan emas perhiasan sebesar 0,71 persen. Sementara penahan inflasi adalah Tomat yakni 0,59 persen, Daging Babi 0,58 persen dan Cabai Rawit 0,51 persen,” ajar Agus kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *