
MANADOBACIRITA.COM – Filipina dan Belanda, menjadi negara tujuan ekspor komoditas asal Sulawesi Utara terbesar di bulan Agustus 2025. China yang selama ini selalu menjadi negara tujuan ekspor terbesar, justru alami penurunan drastis hingga mencapai 77,74 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dalam rilis statistiknya, menjelaskan jika Nilai ekspor komoditas asal Sulut pada bulan Agustus 2025 alami penurunan 59,89 Juta Dolar AS, dibandingkan yang berhasil dibukukan pada Juli 2025 (month to month) yang berjumlah 136,27 Juta Dolar AS.
Meski demikian, secara year on year atau jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, nilai ekspor justru meningkat sebesar 13,44 persen dengan membukukan angka 67,33 Juta Dolar AS.
Sementara, jika dilihat dari pola tahunan, bulan Agustus memang merupakan waktu ketika nilai ekspor terjadi penurunan angka yang cukup signifikan.
Adapun untuk nilai FOB (Free On Board), Lemak dan Minyak Hewani/Nabati, masih menjadi komoditas dengan nilai tertinggi pada bulan Agustus 2025. BPS merilis jika nilai FOB komoditas itu sebesar 47,17 Juta Dolar AS atau 70,96 persen dari total nilai ekspor.
FOB sendiri adalah harga suau barang yang mencakup semua biaya hingga barang tersebut dimuat di atas kapal di pelabuhan pengiriman.
Angka FOB ini sendiri turun 52,08 persen jika dilihat secara month to month. Tapi secara year on year, terjadi kenaikan sebesar 19,86 persen.
Sementara itu, Filipina menjadi negara tujuan ekspor terbesar komoditas asal Sulut, yang sesuai data BPS, nilai FOB-nya mencapai 15,49 Juta Dolar AS, naik 31,41 persen dibandingkan bulan Juli 2025.
Belanda ada di posisi kedua dengan 14,81 Juta Dolar AS. Namun, angka ini alami penurunan dibandingkan bulan Juli 2025 yang sebesar 48,74 Juta Dolar AS. Artinya ada penurunan hingga 69,62 persen.
Adapun China, di bulan Agustus 2025 ini hanya menyumbang angka 7,54 Juta Dolar AS, turun hingga 77,74 persen dibandingkan bulan Juli 2025 yang memiliki nilai 33,88 Juta Dolar AS.
Satu negara yang juga alami peningkatan nilai FOB komoditas asal Sulut adalah Amerika Serikat. Jika sebelumnya di bulan Juli total FOB sebesar 4,65 Juta Dolar AS, di bulan Agustus ini mencapai 9,84 Juta Dolar AS atau naik hingga 111,51 persen.
