
MANADO – Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara (Sulut) kembali turun di bulan Agustus 2026. Kali ini terjadi penurunan sebesar 2,14 persen menjadi 126,79.
Penurunan NTP ini sendiri sudah terjadi selang tiga bulan terakhir, di mana penurunan pertama terjadi di bulan Juni 2026, di mana angka NTP sebesar 132,59 dan perlahan turun menjadi 126,79 di bulan Agustus ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dr. Watekhi S.Si, MSE mengatakan jika penurunan terjadi pada subsektor hortikultura yang turun 17,47 persen.
“Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh harga tomat dan bawang merah yang turun,” ujar Watekhi.
Sebaliknya, menurut Watekhi, subsektor perikanan, perkebunan rakyat, peternakan, dan tanaman pangan masih mencatat kenaikan.
“Namun, penurunan NTP Subsektor Hortikultura lebih dalam dibandingkan kenaikan dari beberapa subsektor lainnya,” ujarnya kembali.
Penurunan NTP ini ikut mempengaruhi Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang juga alami penurunan sebesar 3,09 persen menjadi 131,34 di bulan Agustus 2026 ini.
“Ini menunjukkan kemampuan usaha pertanian dalam menutupi biaya produksi mengalami pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Watekhi lagi.
